KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN

Guru: I Wayan Rizki Lucky Pratama, S.Pd., Gr. Kelas Target: 9A

Tahap K: Kolaborasi

🤝 Aktivitas 1 — Detektif Kekongruenan

Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 3–4 orang.

Perhatikan beberapa pasangan segitiga yang diberikan oleh guru pada LMS.

Untuk setiap pasangan, diskusikan:

  1. Apakah kedua segitiga memiliki bentuk yang sama?
  2. Apakah ukurannya sama?
  3. Sisi atau sudut mana yang bersesuaian?
  4. Apakah kedua segitiga kongruen?
  5. Jika kongruen, berdasarkan syarat apa?
    • S-S-S
    • S-Sd-S
    • Sd-S-Sd

💬 Hasil Diskusi

Lengkapi tabel berikut.

Pasangan Informasi yang Diketahui Kongruen/Tidak Alasan/Syarat
A
B
C

Tantangan: Jangan hanya menuliskan "kongruen". Jelaskan mengapa kalian memilih jawaban tersebut.

 

🔎 Aktivitas 2 — Mencari Pasangan Sebangun

Sekarang perhatikan dua segitiga berikut.

Segitiga PQR

  • PQ = 6 cm
  • QR = 8 cm
  • PR = 10 cm

Segitiga ABC

  • AB = 9 cm
  • BC = 12 cm
  • AC = 15 cm

Diskusikan bersama kelompok.

Pertanyaan

1. Bandingkan sisi-sisi yang bersesuaian.

2. Tentukan:

3. Apakah ketiga perbandingan tersebut sama?

4. Apakah kedua segitiga sebangun?

5. Berapa faktor skala dari segitiga PQR ke segitiga ABC?


🧠 Aktivitas 3 — Pilih Metodenya!

Setiap kelompok mendapatkan beberapa kartu kasus dari guru.

Contoh:

Kasus A
Dua segitiga memiliki tiga pasang sisi yang sama panjang.

Kasus B
Dua segitiga memiliki dua sudut bersesuaian yang sama besar.

Kasus C
Dua segitiga memiliki dua sisi yang sama panjang dan sudut apit yang sama besar.

Kasus D
Dua segitiga memiliki tiga pasang sisi yang perbandingannya sama.

Tugas kelompok:

Kelompokkan setiap kasus ke dalam:

  • Kongruen S-S-S
  • Kongruen S-Sd-S
  • Kesebangunan Sd-Sd
  • Kesebangunan S-S-S
  • Kesebangunan S-Sd-S

Kemudian berikan alasan matematis untuk setiap pengelompokan.


📐 Aktivitas 4 — Masalah Kontekstual

Sekolah ingin membuat miniatur papan nama sekolah.

Papan nama asli memiliki ukuran:

3 m × 1,2 m

Kelompok kalian diminta membuat miniatur dengan panjang 75 cm.

Diskusikan:

  1. Apakah miniatur tersebut harus memiliki bentuk yang sama dengan papan nama asli?
  2. Berapa faktor skala dari papan asli ke miniatur?
  3. Berapa lebar miniatur agar tetap sebangun?
  4. Mengapa perbandingan panjang dan lebar harus dipertahankan?
  5. Apa yang akan terjadi jika panjang miniatur dibuat 75 cm tetapi lebarnya tidak mengikuti faktor skala?

🗣️ Aktivitas 5 — Presentasi Kelompok

Setiap kelompok memilih satu hasil diskusi terbaik untuk dipresentasikan.

Dalam presentasi, jelaskan:

  1. Informasi yang diketahui.
  2. Konsep yang digunakan.
  3. Langkah penyelesaian.
  4. Alasan memilih syarat kekongruenan/kesebangunan.
  5. Kesimpulan.

Kelompok lain memberikan minimal satu pertanyaan atau tanggapan.

 

🎯 Tantangan Kolaboratif

Perhatikan pernyataan berikut:

"Jika dua bangun kongruen, maka kedua bangun tersebut pasti sebangun. Namun, dua bangun sebangun belum tentu kongruen."

Diskusikan apakah pernyataan tersebut benar atau salah.

Kemudian berikan:

  • alasan matematis, dan
  • contoh untuk mendukung jawaban kelompok kalian.

⭐ Tantangan Lanjutan

Buatlah dua contoh pasangan bangun:

  1. Pasangan bangun yang kongruen.
  2. Pasangan bangun yang sebangun tetapi tidak kongruen.

Gambarkan kedua pasangan tersebut di buku atau kertas, kemudian tentukan ukuran sisi-sisi yang bersesuaian.

Modul Bahan Ajar (Referensi)
Aktivitas 1 - Detektif Kekongruenan

Hasil Tugas Siswa (Kolaborasi) Pantauan Orang Tua

Belum ada siswa yang mengumpulkan tugas.
Pantauan Ruang Diskusi Hanya Baca

Belum ada aktivitas diskusi dari guru dan siswa.