Refleksi
Great job, Anak-anak hebat! Ananda have completed the entire learning journey in this lesson. Now, take a few moments to reflect on the learning experiences you have gained.
Reflection helps Ananda recognize what has been understood, what learning experiences have been meaningful, and which skills or concepts still need improvement. There are no right or wrong answers. Please answer the reflection questions honestly based on your own learning journey. Every reflection is an important step toward becoming a more confident, independent, and lifelong learner.
Reflection Questions
What have Ananda learned about using a ruler, vernier caliper, micrometer screw gauge, Ohaus balance, stopwatch, and graduated cylinder?
Which learning activity or practical experience helped Ananda understand the topic the most? Why?
What challenges did Ananda face during the lesson or practical activity, and how did Ananda try to overcome them?
What new knowledge or skill was the most interesting or meaningful for Ananda?
What will Ananda do to improve learning and measurement skills in the next science lesson?
| Absen | Nama Siswa | Jawaban / Tugas | Nilai & Umpan Balik |
|---|---|---|---|
|
1 7D |
Algi Iyaas Rokhfima | 1.Saya belajar dengan cara menggunakan penggaris dengan benar2.kegiatan dengan praktek menanam kacang hijau3.praktek kerja kelompok dengan dis kusi 4.mempelajari tentang fisika dan ilmiah5.mendengar kan guru yang sedang menjelas kan di depan . |
Belum Dinilai |
|
3 7D |
Fathiya Aqila Salsabila | 1.study quantities, basic quantities, length measurements, mass measurements, time measurements, and others. 2. practice of sprouting mung beans 3. calculate the calculation of converting units, because I am not good at calculating units 4. study about branches of science 5. study harder, be more active in asking and answering teacher's questions, and understand new material better |
Belum Dinilai |
|
4 7D |
Gede Yobi Airlangga | belajar cara menggunakan penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca Ohaus, stopwatch, dan gelas ukur dengan benar dan teliti. Kegiatan praktik pengukuran paling membantu saya memahami materi karena saya bisa langsung menggunakan alat-alat tersebut dan melihat hasil pengukurannya. Kesulitan yang saya hadapi adalah membaca skala alat ukur dengan tepat. Saya mengatasinya dengan berlatih, memperhatikan penjelasan guru, dan bertanya jika belum mengerti. Pengetahuan yang paling menarik bagi saya adalah cara menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup, karena keduanya dapat mengukur benda dengan lebih teliti. Pada pelajaran IPA berikutnya, saya akan lebih banyak berlatih menggunakan alat ukur, lebih teliti membaca skala, dan tidak takut bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan. |
Belum Dinilai |
|
5 7D |
I Gede Raditya Saputra | 1 saya telah mempelajari cara membaca skala dan melakukan pengukuran panjang, massa, waktu, serta volume 2 kegiatan praktik kacang hijau, karena dengan mencoba saya lebih memahami 3 praktik kacang hijau cara mengatasinya dengan memperhatikan contoh dari guru 4 hal yang paling menarik bagi saya adalah melakukan praktek kacang hijau 5 saya akan lebih sering berlatih |
Belum Dinilai |
|
7 7D |
I Kadek Hari Dwipayana | 1.Saya belajar bahwa setiap alat ukur memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda. 2.Praktik mengukur benda secara langsung paling membantu saya, karena lebih mudah memahami materi. 3.Saya kesulitan membaca skala pada beberapa alat ukur. Saya mencoba mengatasinya dengan berlatih dan memperhatikan contoh dari guru. 4.Pengetahuan yang paling menarik adalah mengetahui cara mengukur benda dengan jangka sorong dan mikrometer sekrup. 5.Saya akan lebih rajin berlatih dan berhati-hati saat membaca hasil pengukuran. |
Belum Dinilai |
|
8 7D |
I Ketut Suparta | Jawaban: Saya belajar cara menggunakan alat-alat ukur tersebut untuk mengukur panjang, massa, waktu, dan volume dengan tingkat ketelitian yang berbeda-beda, mulai dari ketelitian 1 mm pada penggaris hingga 0,01 mm pada mikrometer sekrup.Pertanyaan 2: Kegiatan pembelajaran atau pengalaman praktikum mana yang paling membantu Ananda memahami materi ini? Mengapa?Jawaban: Kegiatan praktikum mengukur benda kecil menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup sangat membantu karena saya bisa mempraktikkan langsung cara membaca skala utama dan skala nonius secara nyata.Pertanyaan 3: Apa tantangan yang Ananda hadapi selama pelajaran atau kegiatan praktikum, dan bagaimana cara Ananda mengatasinya?Jawaban: Tantangan terbesar adalah kesulitan membaca skala kecil pada mikrometer sekrup. Saya mengatasinya dengan meminta bantuan guru untuk menjelaskan ulang cara melihat garis skala yang berimpit dengan benar.Pertanyaan 4: Pengetahuan atau keterampilan baru apa yang paling menarik atau bermakna bagi Ananda?Jawaban: Keterampilan menggunakan mikrometer sekrup sangat menarik karena saya bisa mengukur ketebalan benda yang sangat tipis, seperti selembar kertas atau koin, dengan sangat akurat.Pertanyaan 5: Apa yang akan Ananda lakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan keterampilan pengukuran pada pelajaran sains berikutnya?Jawaban: Saya akan lebih teliti membaca petunjuk praktikum, berlatih menghitung nilai ketidakpastian pengukuran, dan lebih aktif bertanya jika ada langkah kerja yang belum jelas.Jika kamu membutuhkan bantuan untuk mengerjakan soal latihan lain atau merangkum materi fisika bab berikutnya, silakan beri tahu saya. |
Belum Dinilai |
|
9 7D |
I Komang Sugiarta | 1.Saya belajar bahwa setiap alat ukur memiliki fungsi dan tingkat ketelitian yang berbeda-beda. Penggaris digunakan untuk mengukur panjang objek biasa, jangka sorong untuk mengukur diameter atau kedalaman dengan ketelitian tinggi, dan mikrometer sekrup untuk benda yang sangat tipis/kecil. Untuk mengukur massa saya menggunakan neraca Ohaus, mengukur waktu dengan stopwatch, dan mengukur volume zat cair dengan gelas ukur dengan memperhatikan garis meniskus. 2.Aktivitas yang paling membantu adalah saat melakukan praktikum langsung menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup. Memegang dan membaca skala utama serta skala nonius secara langsung membuat saya lebih cepat paham dibanding hanya melihat gambar atau teori. 3.Tantangan terbesar saya adalah kesulitan saat membaca skala nonius pada jangka sorong dan mikrometer sekrup karena ukurannya yang kecil. Saya mengatasinya dengan bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman sekelompok, dan berlatih membaca skalanya secara perlahan. 4.Hal yang paling menarik adalah keterampilan mengukur ketebalan benda yang sangat tipis (seperti kertas atau helai rambut) menggunakan mikrometer sekrup dengan tingkat ketelitian hingga 0,01 mm. 5.Saya akan lebih banyak berlatih soal-soal pembacaan alat ukur, lebih teliti dan hati-hati saat melakukan praktikum, serta tidak ragu untuk bertanya jika ada konsep pengukuran yang belum saya pahami. |
Belum Dinilai |
|
10 7D |
I Putu Juna Anggara Putra | 1.Yang saya pelajari tentang penggunaan penggaris, jangka Sorong, mikrometer sekrup, neraca Ohaus, stopwatch, dan gelas ukur adalah mempelajari cara menghitung menggunakan alat alat IPA 2. Kegiatan praktik langsung di laboratorium dapat membantu saya. Karena dengan mencoba sendiri menggunakan semua alat, saya jadi lebih paham cara membaca skala dan tahu perbedaan tingkat ketelitian setiap alat. 3. Tantangan yang saya hadapi adalah: sedikit sulit membaca skala jangka Sorong dan mikrometer sekrup 4.Yang paling menarik adalah belajar menggunakan Mikroskop sekrup 5. Pada pelajaran berikut saya akan belajar dulu di rumah tentang cara membaca alat ukur |
Belum Dinilai |
|
11 7D |
I Putu Pande Ambara Guna | 1 saya belajar cara pake alat tersebut dengan benar 2.kegiatan praktek tentang kacang ijo 3.praktek kerja kelompok, dengan cara kerja sama untuk mengatasi nya 4.mempelajari tentang fisika 5.dengan mendengar dan fokus dengan guru didepan |
Belum Dinilai |
|
12 7D |
I Wayan Adi Putra Sanjaya | 1.ananda belajar cara menggunakan penggaris, jangka sorong, mikrometer, sekrup, neraca ohaus, stopwatch, dan gelas ukur. Ananda tahu fungsi tiap alat dan cara skala dengan teliti 2.kegiatan praktik langsung di lab paling membantu, karena ananda bisa langsung mencoba mengukur benda dan berlatih membaca alat ukur 3.tantangannya susah membaca skala jangka sorong dan mikrometer. 4.yang paling menarik adalah belajar mikrometer sekrup, karena bisa mengukur benda sangat tipis 5.ananda akan sering berlatih, belajar dulu sebelum praktik dan lebih teliti saat mengukur agar hasilnya akurat |
Belum Dinilai |
|
13 7D |
Kadek Nanda Cahya Murni Asih | 1.tentang materi penggaris, kaliper varnier, pengukur sekrup Mikrometer,timbangan ohaus,stopwatch, dan silinder bertingkat tentang skala nonius skala akhir dan awal pengukuran" yang bisa dipahami 2.praktek tentang pengamatan kacang hijau, dan praktik langsung, dan pelajaran IPA berkelompok atau praktek 3.mengatasi praktik dengan berdiskusi dan belajar dengan baik 4.menggunakan barang barang untuk praktek praktek yang selanjutnya dan praktek kacang hijau praktik yang sangat bermakna karena mengamati 5.belajar dengan sungguh" dan mengerti pelajaran guru |
Belum Dinilai |
|
14 7D |
Kadek Very Yuliasih | 1. Apa yang telah saya pelajari tentang alat ukur tersebut? Saya mempelajari cara menggunakan masing-masing alat ukur dengan benar. Penggaris digunakan untuk mengukur panjang secara sederhana. Jangka sorong dapat mengukur panjang dengan lebih teliti, terutama mengukur diameter dalam dan luar benda. Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang sangat kecil dengan ketelitian paling tinggi. Neraca Ohaus digunakan untuk mengukur massa benda dengan akurat. Jam henti digunakan untuk mengukur lamanya waktu. Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume zat cair. Saya juga memahami bahwa setiap alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang berbeda, sehingga kita harus memilih alat yang tepat sesuai yang akan diukur. 2. Kegiatan mana yang paling membantu saya memahami materi? Mengapa? Kegiatan praktik langsung menggunakan alat ukur untuk mengukur benda-benda nyata sangat membantu saya memahami materi. Karena dengan memegang, mencoba, dan melihat langsung cara kerjanya, saya menjadi lebih mudah mengerti cara membaca skala dan menghindari kesalahan ukur. Hal ini jauh lebih mudah dipahami dibandingkan hanya membaca penjelasan di buku. 3. Kesulitan apa yang saya alami dan bagaimana cara mengatasinya? Pada awalnya, saya merasa kesulitan membaca skala yang kecil pada jangka sorong dan mikrometer sekrup. Terkadang saya juga meletakkan benda kurang tepat sehingga hasil ukurnya salah. Saya mengatasinya dengan bertanya kepada guru saat belum paham, berlatih membaca skala dengan perlahan, dan memeriksa kembali hasil ukur saya agar lebih teliti. 4. Pengetahuan atau keterampilan baru apa yang paling menarik bagi saya? Menurut saya, cara menggunakan mikrometer sekrup adalah hal yang paling menarik. Saya merasa kagum karena alat ini dapat mengukur benda yang sangat tipis dengan sangat teliti. Belajar membaca skalanya adalah keterampilan baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya, dan saya merasa senang ketika akhirnya saya dapat membacanya dengan benar. 5. Apa yang akan saya lakukan agar lebih baik lagi di pelajaran selanjutnya? Pada pelajaran berikutnya, saya akan membaca petunjuk dengan saksama sebelum mulai bekerja. Saya akan berusaha lebih teliti dan lambat saat membaca skala alat ukur. Jika saya masih bingung, saya akan segera bertanya dan tidak ragu untuk mengulang pengukuran agar hasilnya benar dan akurat. |
Belum Dinilai |
|
15 7D |
Komang Nopi Tantri Lestari | 1. Setiap alat punya fungsi dan ketelitian berbeda. Penggaris sederhana, jangka sorong & mikrometer lebih teliti untuk ukuran kecil. 2. Praktik langsung mengukur benda dengan semua alat. 3. Sulit membaca skala jangka sorong & mikrometer di awal → tanya guru, latihan berulang, cek ulang. 4. Menggunakan mikrometer sekrup. Menarik karena bisa mengukur benda sangat tipis dengan sangat teliti. 5. Pelajari alat sebelum praktik, lebih teliti dan sabar, tanya segera jika bingung, catat hasil rapi & bandingkan dengan teman untuk memperbaiki kesalahan. |
Belum Dinilai |
|
16 7D |
Latifa Qitshi Maulida | 1. mempelajari setiap alat memiliki fungsi dan tingkat ketelitian yang berbeda 2. praktik langsung seperti mengamati tumbuhnya kecambah 3. membaca skala utama dan skala nonius 4. belajar cara membaca neraca ohaus 5. belajar lebih giat (prankkk) |
Belum Dinilai |
|
17 7D |
Muhamad Habibi Ari Prastiyo | 1.Saya belajar cara menggunakan penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca Ohaus, stopwatch, dan gelas ukur dengan benar serta membaca hasil 2.pengukurannya. Kegiatan praktik pengukuran paling membantu saya memahami materi karena saya dapat mencoba alat-alat tersebut secara langsung. 3.Kesulitan saya adalah membaca skala pada beberapa alat ukur. Saya mengatasinya dengan berlatih dan bertanya kepada guru. 4.Keterampilan yang paling menarik bagi saya adalah menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup karena dapat mengukur benda dengan lebih teliti. 5.Saya akan lebih sering berlatih menggunakan alat ukur, teliti dalam membaca skala memperhatikan penjelasan guru. |
Belum Dinilai |
|
18 7D |
Nabilla Putri | 1. Setiap alat ukur punya fungsi dan ketelitian yang berbeda 2. Kegiatan mengukur benda 3. Awalnya Bingung membaca skala panjang Sorong dan mikrometer sekrup 4. Jangka Sorong 5. Lebih sering belajar mengukur alat |
Belum Dinilai |
|
20 7D |
Ni Komang Vera Sri Ariani | 1.saya telah mempelajari bahwa alat ukur memiliki ketelitian yang berbeda. 2.aktivitas yang paling me dukung untuk pembelajaran adalah menonton vidio 3.tantangan terbesar saya adalah pada saat kerja kelompok karena pada bingung (termasuk saya juga🤭) 4.mengetahui jangka sorong 5.saya akan lebih banyak banyak berlatih untuk pembuatan kelompok selanjutnya |
Belum Dinilai |
|
21 7D |
Ni Putu Ayu Dinda Maharani | 1.Saya mempelajari tentang cara menggunakan nya dengan baik dan benar lalu pengertian dari masing-masing alat tersebut 2. Kegiatan pengamatan langsung/praktik, karena mudah di pahami dan membuat saya mengerti dengan materi yang di jelaskan 3.Kendala yang saya alami adalah di bagian menggunakan jangka sorong saya mengatasi kendala itu dengan cara mendiskusikan bersama kelompok 4.Saya dapat memahami pemakaian alat-alat itu 5.Saya ingin lebih aktif bertanya dalam pelajaran |
Belum Dinilai |
|
22 7D |
Ni Putu Gita Purnama Dewi | 1. Saya belajar cara menggunakan penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca Ohaus, stopwatch, dan gelas ukur dengan benar serta membaca hasil pengukuran dengan teliti. 2. Kegiatan praktik menggunakan alat ukur secara langsung paling membantu saya memahami materi, karena saya bisa mencoba sendiri cara menggunakan dan membaca hasil pengukuran. 3. Tantangan yang saya hadapi adalah membaca skala alat ukur dengan tepat. Saya mengatasinya dengan berlatih, memperhatikan penjelasan guru, dan memeriksa kembali hasil pengukuran. 4. Hal yang paling menarik bagi saya adalah belajar menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup karena dapat mengukur benda dengan sangat teliti. 5. Saya akan menerapkan keterampilan mengukur dalam kehidupan sehari-hari dan terus berlatih agar hasil pengukuran saya lebih teliti. |
Belum Dinilai |
|
24 7D |
Putu Bagastya Daniswara | 1.cara menggunakan nya dan cara kerja dari alat - alat ioa laboratorium 2.kegiatan kerja kelompok, praktek IPA dan mengerjakan tugas dengan berdiskusi dengan teman sebangku 3.saat ulangan dan materi yang susah dan tidak mudah di pahami, dan cara saya memahami materi yang susah adalah dengan fokus memperhatikan guru dan berani mencoba bertanya jika tidak ada yang di pahami dan jika mengalami kesulitan 4.keterampilan menarik menurut saya adalah cara menggunakan neraca ohaus, penggaris, mikrometer sekrup, stopwatch 5.mencoba lebih fokus dan lebih sering bertanya jika tidak ada materi yang di pahami dan jika sedang kesulitan |
Belum Dinilai |
|
26 7D |
Rafan Farzani Kamal | 1. Apa yang telah Ananda pelajari tentang cara menggunakan penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca Ohaus, stopwatch, dan gelas ukur?* Ananda belajar cara menggunakan 6 alat ukur dasar di lab: - *Penggaris*: untuk mengukur panjang benda dengan ketelitian 0,1 cm. Harus mulai dari angka 0 dan mata sejajar dengan skala. - *Jangka sorong*: untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman dengan ketelitian 0,01 cm. Harus bisa baca skala utama + skala nonius. - *Mikrometer sekrup*: untuk mengukur benda yang sangat tipis/kecil seperti kawat dan kertas dengan ketelitian 0,001 cm. - *Neraca Ohaus*: untuk mengukur massa benda. Sebelum pakai harus dipaskan dulu penunjuknya ke nol. - *Stopwatch*: untuk mengukur waktu tempuh atau waktu reaksi dengan teliti sampai 0,01 detik. - *Gelas ukur*: untuk mengukur volume zat cair. Harus membaca bagian bawah permukaan cairan dan menghindari paralaks. 2. Kegiatan belajar atau pengalaman praktik mana yang paling membantu Ananda memahami topik ini? Mengapa?* Yang paling membantu adalah *kegiatan praktik langsung di laboratorium*. Contohnya waktu Ananda mengukur diameter 3 koin yang berbeda pakai penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup lalu membandingkan hasilnya. *Mengapa*: Karena Ananda jadi langsung merasakan bedanya ketelitian tiap alat. Dari situ Ananda paham kenapa benda kecil harus pakai mikrometer, bukan penggaris. 3. Tantangan apa yang Ananda hadapi saat pelajaran atau kegiatan praktik, dan bagaimana Ananda mengatasinya?* Tantangannya: 1. *Bingung baca skala nonius di jangka sorong* - garisnya banyak dan kecil. _Cara mengatasi_: Ananda latihan 5x dengan bimbingan guru dan pakai kertas petunjuk cara baca nonius. 2. *Hasil ukur tidak sama setiap kali* karena mata tidak sejajar waktu baca gelas ukur dan stopwatch ditekan telat. _Cara mengatasi_: Ananda kerja berkelompok, gantian jadi pengamat dan pencatat, lalu ambil rata-rata dari 3 kali pengukuran. 4. Pengetahuan atau keterampilan baru apa yang paling menarik atau paling bermakna bagi Ananda?* Yang paling menarik adalah *belajar pakai mikrometer sekrup*. Ananda baru tahu kalau ada alat yang bisa mengukur setipis kertas. Rasanya keren bisa dapat hasil sampai 0,001 cm. Dari situ Ananda sadar bahwa dalam sains, ketelitian itu penting banget. 5. Apa yang akan Ananda lakukan untuk meningkatkan pembelajaran dan keterampilan mengukur pada pelajaran sains berikutnya?* 1. *Belajar dulu di rumah* cara baca skala tiap alat lewat video praktik. 2. *Selalu cek "nol" alat* sebelum mulai mengukur biar hasilnya akurat. 3. *Mengulang pengukuran 3 kali* lalu dirata-rata supaya datanya lebih teliti. 4. *Bertanya aktif* kalau masih bingung, tidak malu minta diajari teman. |
Belum Dinilai |
|
27 7D |
Rika Aulia Febrianty | 1. cara menghitung angka yg didapatkan dari alat ukur 2. kegiatan praktik 3. melupakan sesuatu yg harus diisi 4. - 5. rajin belajar |
Belum Dinilai |
|
28 7D |
Vrisya Virdya Devi | 1.mengajarkan saya cara mengukur meski belum ngerti tapi semua alat punya fungsi yang pasti bermanfaat 2.seperti mengamatikacang hijau 3. Bilang mengerti padahal belum 4.mengamati kacang hijau, 5.mengamati |
Belum Dinilai |