Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata

Guru: Ni Wayan Emik Setyawati, S.Ag., M.Pd.H.,Gr. Kelas Target: Semua Kelas

Tahap M: Mulai dari Diri

MODUL E-LEARNING: PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI

Jenjang: SMP (Sekolah Menengah Pertama)
Topik: Membangun Karakter Mulia Melalui Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata
Alur Pembelajaran: Mulai dari Diri (Apersepsi, Motivasi, dan Pertanyaan Pemantik)


BAGIAN 1: MULAI DARI DIRI

Halo Sahabat Belajar yang hebat dan berkarakter! Selamat datang di modul pembelajaran interaktif. Sebelum kita melangkah lebih jauh menyelami materi, luangkan waktu sejenak untuk menenangkan pikiran dan melihat ke dalam diri kita masing-masing.

Apersepsi: Menghubungkan Pengalaman Sehari-hari
Pernahkah kamu merasa sangat marah kepada teman hingga ingin membalasnya di media sosial? Atau, pernahkah kamu tergoda untuk menyontek tugas teman saat waktu pengumpulan sudah mepet? Kehidupan kita sebagai remaja penuh dengan pilihan: apakah kita akan mengikuti emosi sesaat, atau kita mampu mengendalikan diri demi kebaikan jangka panjang? Dalam ajaran Hindu, kemampuan mengendalikan diri secara lahir dan batin dipelajari secara mendalam dalam Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata.

Motivasi: Mengapa Kita Perlu Belajar Materi Ini?
Menjadi pintar dalam bidang akademik itu hebat, tetapi memiliki kendali diri dan karakter yang mulia jauh lebih utama! Menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa diimbangi etika (Susila) ibarat mengendarai mobil berkecepatan tinggi tanpa rem. Dengan memahami dan menerapkan ajaran ini, kalian sedang melatih diri menjadi pribadi tangguh yang dihormati, tenang dalam menghadapi masalah, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pertanyaan Pemantik (Ayo Bernalar Kritis!):

  1. Bayangkan kamu sedang memegang segelas air mendidih. Jika kamu langsung meminumnya, mulutmu akan terluka; namun jika kamu menunggunya mendingin, air itu akan menyegarkanmu. Menurutmu, bagaimana analogi ini menggambarkan pentingnya mengendalikan amarah dan nafsu dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Di era serba digital dan serba cepat saat ini, godaan untuk berbohong atau mengambil hak orang lain (seperti menjiplak karya tanpa izin/plagiarisme) makin mudah dilakukan. Menurut pendapatmu, apa yang menjadi benteng terkuat di dalam diri agar kita tidak terjerumus dalam tindakan tersebut?
  3. Menurutmu, mana yang lebih sulit: mengendalikan ucapan dan perilaku kita terhadap orang lain di luar sana, atau mengendalikan pikiran dan perasaan yang ada di dalam hati kita sendiri? Mengapa?

BAGIAN 2: MATERI PEMBELAJARAN LENGKAP

A. Pengertian Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata

Ajaran etika (Susila) dalam Hindu bersumber dari kitab suci Wraspati Tattwa dan susastra lainnya. Pengendalian diri dibagi menjadi dua dimensi besar:

  • Panca Yama Brata: Berasal dari kata Panca (lima), Yama (pengendalian tahap awal/pengekangan diri lahiriah), dan Brata (janji/ikrar diri). Jadi, Panca Yama Brata adalah lima bentuk pengendalian diri tahap awal untuk mencegah tindakan negatif yang berhubungan dengan lingkungan luar atau orang lain.
  • Panca Nyama Brata: Berasal dari kata Panca (lima), Nyama (pengendalian diri tahap lanjutan/disiplin batiniah), dan Brata (janji diri). Jadi, Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri.

B. Bagian-Bagian Panca Yama Brata (Pengendalian Lahiriah)

  1. Ahimsa: Tidak menyakiti, melukai, atau membunuh makhluk lain, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan secara sewenang-wenang.
    Contoh di SMP: Menghindari perilaku bullying (perundungan), baik secara langsung maupun siber.
  2. Brahmacari: Masa menuntut ilmu dengan tekun serta mampu mengendalikan hawa nafsu keduniawian/seksual selama masa belajar.
    Contoh di SMP: Fokus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
  3. Satya: Kesetiaan dan kejujuran. Terdiri dari lima jenis kebajikan (Panca Satya):
    • Satya Hredaya: Jujur terhadap kata hati nurani.
    • Satya Wacana: Jujur dan benar dalam berkata-kata.
    • Satya Mitra: Setia dan jujur kepada sahabat.
    • Satya Semaya: Tepat janji dan bertanggung jawab.
    • Satya Laksana: Jujur dalam perbuatan nyata.
  4. Awyawaharika (Awyawahara): Tidak terikat pada keduniawian atau tidak melibatkan diri dalam perselisihan yang sia-sia, serta selalu cinta damai.
    Contoh di SMP: Tidak suka mencari keributan, bertengkar, atau memprovokasi teman.
  5. Asteya (Astenya): Tidak mencuri, tidak mengambil, atau tidak mempergunakan hak milik orang lain tanpa izin yang sah.
    Contoh di SMP: Tidak mengambil barang milik teman sekelas, tidak menyontek, dan tidak melakukan plagiasi tugas.

C. Bagian-Bagian Panca Nyama Brata (Disiplin Batiniah)

  1. Akrodha: Mampu mengendalikan diri dari rasa marah atau tidak dikuasai oleh kemarahan yang membabi buta.
    Contoh di SMP: Menerima kritik dari guru atau teman dengan lapang dada tanpa rasa dendam.
  2. Guru Susrusa: Hormat, taat, patuh, dan berbakti kepada ajaran para Guru (Guru Swadhyaya/Tuhan, Guru Rupaka/Orang Tua, Guru Pengajian/Guru di Sekolah, dan Guru Wisesa/Pemerintah).
    Contoh di SMP: Menyimak penjelasan guru saat KBM berlangsung dan mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
  3. Sauca: Memelihara kebersihan dan kesucian diri lahir maupun batin.
    Contoh di SMP: Merawat kebersihan badan dan pakaian (lahir) serta menjaga pikiran agar tetap positif dan terbebas dari iri hati (batin).
  4. Aharalaghawa: Mengatur pola makan secara seimbang, tidak berlebihan, dan mengonsumsi makanan yang suci/halal (Satwika Ahara) demi kesehatan tubuh dan kejernihan pikiran.
    Contoh di SMP: Tidak jajan sembarangan, menghindari minuman keras atau zat berbahaya, serta makan secukupnya untuk menjaga stamina belajar.
  5. Apramada: Selalu waspada, berhati-hati, tidak sombong, dan tidak lalai dalam menjalankan kewajiban.
    Contoh di SMP: Meneliti kembali lembar jawaban ujian sebelum dikumpulkan dan selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

BAGIAN 3: REFLEKSI DIRI

Setelah membaca dan memahami ajaran luhur di atas, cobalah pilih satu poin dari Panca Yama Brata dan satu poin dari Panca Nyama Brata yang menurutmu paling menantang untuk diterapkan minggu ini. Catat dalam buku harian belajarmu dan buktikan perubahan positif yang kamu rasakan!

Modul Bahan Ajar (Referensi)
Lampiran 1
Lampiran 2
Video Pembelajaran Interaktif
Video 1
Video 2
Video 3

Hasil Tugas Siswa (Mulai dari Diri) Pantauan Orang Tua

Belum ada siswa yang mengumpulkan tugas.
Pantauan Ruang Diskusi Hanya Baca
Ni Kadek Dwi Cahaya Maharani Siswa 01 Sep 10:51
nama:ni Kadek Dwi cahaya Maharani,kelas:9i,no:14
panca Yama brata bentuk pengendalian dari tahap awal untuk mencegah tindakan negatif, panca nyama brata bentuk disiplin spiritual/pengendalian batin untuk menyembuhkan kesucian
Ni Luh Putu Sekar Nila Warsiki Siswa 01 Sep 10:55
nama : niluh putu sekar nila warsiki, kls : 9i, no, 28.
panca yama brata adalah bentuk pengendalian diri tahap awal untuk mencegah tindakan negatif
Ni Kadek Desi Antari Siswa 01 Sep 13:01
NAMA:Ni Kadek Desi Antari
KLS:9D
No:31
panca yama merupakan bentuk pengendalian yang di mulai dari diri kita sendiri dan untuk mencegah tindakan negatif panca yama juga memiliki sifat ke disiplinan
Ni Putu Bintang Adilla Darma Putri Siswa 01 Sep 13:05
Nama: Ni Putu Bintang Adilla Darma Putri. kls: 9D. No: 39. Panca Yama Brata: Berasal dari kata Panca (lima), Yama (pengendalian tahap awal/pengekangan diri lahiriah), dan Brata (janji/ikrar diri). Panca Yama Brata adalah lima bentuk pengendalian diri dalam berperilaku, terutama dalam hubungan seseorang dengan makhluk lain dan lingkungan di sekitarnya.
Panca Yama Brata terdiri atas:
Ahimsa,Satya,Asteya,Brahmacarya
Aparigraha. Bagian-Bagian Panca Nyama Brata (Disiplin Batiniah) Akrodha,Guru Susrusa, Sauca, Aharalaghawa,Apramada
Ni Kadek Verra Wahyu Pramitha Siswa 01 Sep 13:08
Nama: Ni kadek verra wahyu pramitha

•Panca yama brata yaitu lima bentuk pengendalian diri tahap awal untuk mencegah tindakan tindakan negatif, dan panca nyama brata yaitu lima bentuk disiplin spiritual untuk menumbuhkan kesucian, 1 point yg paling menantang dr panca nyama brata yaitu “mengendalikan amarah”
I Made Tirta Julian Darmawan Siswa 01 Sep 13:09
Nama:I made tirta julian darmawan
Kls:9d
No:16
Yama Brata: Berasal dari kata Panca (lima), Yama (pengendalian tahap awal/pengekangan diri lahiriah), dan Brata (janji/ikrar diri). Panca Yama Brata adalah lima bentuk pengendalian diri dalam berperilaku, terutama dalam hubungan seseorang dengan makhluk lain dan lingkungan di sekitarnya.
Panca Yama Brata terdiri atas:
Ahimsa,Satya,Asteya,Brahmacarya
Aparigraha. Bagian-Bagian Panca Nyama Brata (Disiplin Batiniah) Akrodha,Guru Susrusa, Sauca, Aharalaghawa,Apramada
Kadek Dafa Leon Panji Saputra Siswa 02 Sep 06:57
Nama:Kadek Dafa Leon Panji Saputra
Kls:9k
No:20
Panca Yama Brata adalah lima macam pengendalian diri secara lahiriah untuk mencapai kemurnian jasmani dan rohani berdasarkan ajaran agama Hindu.Jenis-Jenis Panca Yama BrataAhimsa: Tidak melakukan kekerasan, tidak menyakiti, atau tidak membunuh makhluk lain tanpa alasan yang dibenarkan ajaran agama.Brahmacari: Mengendalikan nafsu birahi atau masa menuntut ilmu pengetahuan suci dengan penuh disiplin.Satya: Selalu berkata jujur, setia, dan menepati janji yang diucapkan.Awyawaharika: Berusaha jujur dan tekun dalam mencari penghidupan atau menuntut ilmu berdasarkan kebenaran (Dharma).Asteya (Astenya): Tidak mencuri, tidak mengambil, atau tidak menggelapkan milik orang lain.
I Dewa Ayu Candra Kusuma Dewi Siswa 02 Sep 07:08
nama:I dewa ayu candra kusuma dewi
no:7
kls:9k
Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri.
Ni Kadek Sri Swandewi Siswa 02 Sep 07:08
Nama:Ni kadek sri swandewi
No:31
Kls:9k
Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri
Ni Kadek Sri Swandewi Siswa 02 Sep 07:08
Nama:Ni kadek sri swandewi
No:31
Kls:9k
Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri
Ni Kadek Sri Swandewi Siswa 02 Sep 07:08
Nama:Ni kadek sri swandewi
No:31
Kls:9k
Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri
Anak Agung Made Cahaya Pradnya Paramitha Siswa 02 Sep 07:16
1.menolong temen/orang tua tanpa pamrih
2.ya, tentu saja bisa dikatakan sedang menjalankan jalan spiritual
3.menghargai, menghormati, dan mendukung mereka
4.melainkan sangat mungkin dan sangat baik untuk menggabungkan keempat jalan tersebut contoh :1.bakti marga 2.jnana marga 3. karma marga 4. raja marga
Ni Komang Swiryandewi Siswa 02 Sep 07:17
Nama : ni Komang swiryan Dewi No :33 kelas:9k Panca Nyama Brata adalah lima bentuk disiplin spiritual atau pengendalian batin untuk menumbuhkan kesucian dan kebiasaan positif dari dalam diri
Ni Luh Kathy Anja Putri Wimaz Siswa 03 Sep 10:45
1. Analogi tersebut mengajarkan kita untuk menahan amarah dan nafsu terlebih dahulu agar tidak menimbulkan akibat buruk.


2. Benteng terkuat adalah iman, kejujuran, dan pengendalian diri agar tidak mudah tergoda melakukan hal yang salah.


3. Lebih sulit mengendalikan pikiran dan perasaan karena berasal dari dalam diri dan muncul secara spontan.
Ayu Weda Nareswari Waisnawa Siswa 03 Sep 10:45
1.kita harus bisa menahan amarah dan nafsu agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
2.benteng terkuat adalah kejujuran dan tanggung jawab dalam diri kita.
3.menurutku, lebih sulit mengendalikan pikiran dan perasaan karena tidak terlihat oleh orang lain dan sering sulit dikontrol.
I Komang Angga Suryadika Siswa 03 Sep 10:48
NAMA:I Komang Angga Suryadika
kelas:9B
no13
amarah dan nafsu harus dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Benteng agar tidak berbohong:
Benteng terkuat adalah kejujuran dan hati nurani.
Yang lebih sulit dikendalikan:
Pikiran dan perasaan, karena sering muncul secara spontan.