Gangguan Pada Sistem Pencernaan

Guru: Ni Kadek Melya Suryaningsih, S.Pd.,Gr. Kelas Target: 8E

Tahap M: Mulai dari Diri

Selamat Datang di LMS Grisda Mekar

Halo, ananda semuanya! Semoga hari ini ananda senantiasa sehat, bahagia, dan penuh semangat untuk belajar. Melalui LMS Grisda Mekar ini, ananda akan belajar, mengeksplorasi materi, berdiskusi, serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat. Sebelum memulai petualangan belajar kita, mari tonton video pembelajaran yang telah tersedia di halaman ini. Sambil menyimak video, perhatikan dan catatlah informasi penting yang berkaitan dengan pertanyaan di bawah ini. Jangan khawatir apabila ananda belum mengetahui jawaban yang benar, karena ananda bebas menjawab sesuai dengan pengetahuan serta pengalaman yang ananda miliki saat ini.

Untuk memancing rasa ingin tahu ananda mengenai gangguan pada sistem pencernaan, yuk renungkan pertanyaan berikut:

  1. Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas?
  2. Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita?

Ayo Tuliskan Jawabanmu di ruang Diskusi!


Hasil Tugas Siswa (Mulai dari Diri) Pantauan Orang Tua

Belum ada siswa yang mengumpulkan tugas.
Pantauan Ruang Diskusi Hanya Baca
Azzahra Adilla Siswa 09 Aug 13:22
1.Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas?
2.Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita?

1. Menurut saya perut terasa perih, melilit, atau mual terjadi karena iritasi dinding lambung oleh asam atau zat kimia pedas, yang memicu kontraksi otot secara berlebihan. lambung memiliki mekanisme perlindungan yang sensitif terhadap perubahan kondisi di dalamnya.
2.Menurut saya kekurangan air dan serat menyebabkan tinja mengeras dan usus lambat bergerak, yang memicu sembelit kronis. proses pembuangan sisa makanan di usus besar sangat bergantung pada dua elemen ini agar berjalan lancar tanpa rasa sakit.
Ni Kadek Melya Suryaningsih, S.Pd.,Gr. Guru 09 Aug 14:52
@Azzahra Adilla Bagus
Dewa Ayu Liza Maharani Siswa 09 Aug 14:18
1.Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas?
2.Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita?


1. Menurut sata perut terasa perih dan mual saat terlambat makan karena asam lambung naik dan mengiritasi dinding lambung yang kosong. Makanan pedas juga memicu iritasi serupa karena zat kapsaisin.


2. Menurut saya kurang air putih dan serat membuat feses menjadi keras, kering, and sulit dikeluarkan, sehingga menyebabkan sembelit.Penyebab Perut Perih dan Mual Asam lambung meningkat Saat waktu makan tiba, lambung tetap memproduksi asam untuk mencerna makanan jika lambung kosong, asam tersebut mengikis lapisan pelindung dinding lambung.Iritasi makanan pedas Zat kapsaisin pada cabai merangsang saraf nyeri di saluran pencernaan. Hal ini memicu radang ringan dan rasa terbakar pada lambung.Refleks mual Iritasi pada lambung mengirim sinyal ke otak untuk memicu rasa mual atau ingin muntah.Dampak Kurang Minum dan Serat pada PencernaanKurang air putih: Usus besar menyerap terlalu banyak air dari sisa makanan jika tubuh kekurangan cairan. Akibatnya, feses menjadi sangat kering dan keras.Kurang serat: Serat berfungsi menambah volume feses dan mengikat air agar tinja tetap lunak. Tanpa serat, massa tinja terlalu kecil dan bergerak lambat di usus.Sembelit (Konstipasi): Kombinasi tinja yang keras dan gerakan usus yang lambat membuat proses buang air besar menjadi sakit, jarang, dan tidak lancar.
Ni Kadek Melya Suryaningsih, S.Pd.,Gr. Guru 09 Aug 14:52
@Dewa Ayu Liza Maharani Ya jawaban yang bagus
Ni Luh Putu Artika Septia Maharani Siswa 09 Aug 18:34
1. Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas?
Perut dapat terasa perih, melilit, atau mual karena saat terlambat makan, lambung tetap menghasilkan asam lambung meskipun tidak ada makanan yang dicerna. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung. Sementara itu, makanan yang terlalu pedas dapat mengiritasi saluran pencernaan dan membuat lambung menjadi tidak nyaman. Akibatnya, muncul rasa perih, mual, atau sakit pada perut.

2. Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita?
Kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat menghambat proses pembuangan sisa makanan. Air membantu membuat feses tetap lunak, sedangkan serat membantu menambah massa feses dan melancarkan pergerakannya di usus. Jika tubuh kekurangan air dan serat, feses dapat menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan sehingga menyebabkan sembelit atau konstipasi.
I Kadek Putra Dwipayana Siswa 09 Aug 19:10
1.Saat terlambat makan, lambung tetap menghasilkan asam lambung meskipun tidak ada makanan yang dicerna. Hal ini dapat membuat perut terasa perih, melilit, atau mual. Makanan yang terlalu pedas juga dapat mengiritasi lambung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman


2.Kurang minum air putih dan kurang serat dapat membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, proses buang air besar menjadi tidak lancar dan dapat menyebabkan sembelit
Ni Kadek Amika Ratih Siswa 09 Aug 21:11
1. Saat terlambat makan, lambung kosong dan asam lambung menumpuk. Dinding lambung terasa perih karena asam mengiritasi lapisan lambung. Makanan terlalu pedas mengandung senyawa kapsaisin yang memicu produksi asam lambung berlebih dan merangsang saraf di lambung, sehingga timbul rasa melilit, perih, dan mual.

2. Kurang minum air putih membuat sisa makanan dan kotoran di usus kering dan keras, sehingga sulit didorong keluar. Kurang serat membuat usus tidak cukup mendapat rangsangan untuk bergerak mendorong sisa makanan. Akibatnya proses pembuangan jadi terhambat dan tidak lancar, bahkan bisa menyebabkan sembelit.
Ni Putu Nita Yanti Ningsih Siswa 10 Aug 05:29
1. Perut dapat terasa perih, melilit, atau mual saat terlambat makan karena lambung tetap menghasilkan asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Makanan yang terlalu pedas juga dapat mengiritasi lambung sehingga menimbulkan rasa perih, mual, atau tidak nyaman.
2. Kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, proses buang air besar menjadi tidak lancar dan dapat menyebabkan sembelit (konstipasi).
Mohammad Hendra Adi Saputra Siswa 10 Aug 06:16
Pertanyaan 1: Mengapa perut terasa perih, melilit, atau mual saat telat makan atau makan terlalu pedas?

Saat terlambat makan:

- Lambung tetap memproduksi asam lambung untuk mencerna makanan. Karena tidak ada makanan yang masuk, asam menumpuk dan mengiritasi dinding lambung, menimbulkan rasa perih dan panas.
- Lambung yang kosong lama akan mengalami kontraksi kuat, terasa sebagai kram atau melilit.
- Kadar gula darah turun dan asam bisa naik ke kerongkongan, memicu rasa mual.

Setelah makan terlalu pedas:

- Cabai mengandung zat bernama capsaicin yang mengiritasi lapisan lambung dan saluran cerna, menimbulkan rasa perih seperti terbakar.
- Capsaicin mempercepat pergerakan usus, sehingga terasa melilit dan mulas.
- Makanan pedas merangsang produksi asam lambung berlebih, menambah rasa perih dan mual.

 

🔹 Pertanyaan 2: Bagaimana kebiasaan kurang minum air dan kurang serat memengaruhi pembuangan sisa makanan?

Kurang minum air putih:

- Usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan untuk menutupi kekurangan cairan tubuh.
- Akibatnya tinja menjadi kering, keras, dan sulit didorong keluar.

Kurang mengonsumsi serat:

- Serat berfungsi menambah massa dan kelembutan tinja agar mudah meluncur keluar.
- Tanpa cukup serat, pergerakan usus melambat, sisa makanan tertahan lebih lama, dan tinja menjadi keras.
- Serat juga membutuhkan air agar bekerja efektif; jika keduanya kurang, pembuangan menjadi sangat terhambat dan timbul sembelit.

 

Kesimpulan Singkat

Telat makan → asam lambung menumpuk → iritasi → perih & mual. Makan pedas → capsaicin iritasi lambung & usus → melilit & perih. Kurang air & serat → tinja keras & kering → pergerakan usus lambat → susah buang air besar.
Ni Kadek Sri Amanda Pradnyaswari Siswa 10 Aug 06:16
1. Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas? Karena lambung menghasilkan asam meskipun tidak ada makanan yang masuk lambung akan tetap memproduksi asam, asam itu lah yang membuat rasa perih dan mual
2. Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita? Kurang nya minum air putih dan makanan berserah dapat nyebab kan tinja menjadi lebih keras dan sulit untuk di keluarkan, akibatnya proses buang air besar akan tidak lancar
Dagelthus Doyi Hiwin Siswa 10 Aug 06:33
Mengapa perut kita bisa terasa sangat perih, melilit, atau mual saat terlambat makan atau setelah menyantap makanan yang terlalu pedas?
menurut saya perut terasa pedih atau mual karena Saat Terlambat Makan

Lambung tetap memproduksi asam lambung. Karena tidak ada makanan, asam menumpuk dan mengiritasi dinding lambung timbul rasa perih & mual. Otot lambung juga berkontraksi kuat terasa melilit/kram.
Setelah Makan Terlalu Pedas
2. Bagaimana kebiasaan kurang minum air putih dan kurang mengonsumsi makanan berserat dapat memengaruhi kelancaran proses pembuangan sisa makanan dari tubuh kita? kurang minum air putih:

- Usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan untuk menutupi kekurangan cairan tubuh.
- Akibatnya tinja menjadi kering, keras, dan sulit didorong keluar.

Kurang mengonsumsi serat:

- Serat berfungsi menambah massa dan kelembutan tinja agar mudah meluncur keluar.
- Tanpa cukup serat, pergerakan usus melambat, sisa makanan tertahan lebih lama, dan tinja menjadi keras.
- Serat juga membutuhkan air agar bekerja efektif; jika keduanya kurang, pembuangan menjadi sangat terhambat dan timbul sembelit.
Kesimpulan Singkat

Telat makan → asam lambung menumpuk → iritasi → perih & mual. Makan pedas → capsaicin iritasi lambung & usus → melilit & perih. Kurang air & serat → tinja keras & kering → pergerakan usus lambat → susah buang air besar.
Kadek Kalista Agustin Siswa 10 Aug 11:22
1.saat kita terlambat makan dan makan terlalu pedas bisa terjadi perih karena asam lambung naik dan mengiritasi dinding lambung yang kosong
2.dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras, akibat proses pembuangan jadi terhambat